DINAS PERDAGANGAN KULON PROGO SELENGGARAKAN SOSIALISASI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) BAGI IKM

Untuk menghadapi persaingan dengan produk dari luar negeri, maka penerapan Standar Nasional Indoensia (SNI) menjadi aspek penting dalam memperkuat daya saing produk IKM Kulon Progo. Untuk itu, Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo mensosialisasikan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), agar pelaku usaha di Kulon Progo dapat mengetahui pentingnya standar kualitas produk IKM di era Industry 4.0 ini.

Ade Wahyudiyanto, Kepala Seksi Industri Logam Kimia dan Aneka selaku penyelenggara kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari di Rumah Makan Limasan, Tawangsari, Pengasih pada hari ini (Rabu,11/9/19) dihadiri oleh para pelaku industri kecil dan menengah Kulon Progo khususnya pelaku industri berbasis logam kimia dan aneka. Sosialisasi ini bertujuan untuk membuka wacana para pelaku usaha agar mengetahui seluk beluk penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi Industri Kecil dan Menengah. Kedepan, pelaku IKM berbasis Logam Kimia dan Aneka seperti IKM Logam, IKM Las, IKM Genteng/Bata, IKM Olahan Semen diharapkan dapat terstandarisasi untuk memenuhi permintaan pasar.

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Perdagangan, Rohedy Goenoeng, mewakili Kepala Dinas Perdagangan kabupaten Kulon Progo. Dalam sambutannya, Rohedy Goenoeng mendorong para IKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk IKM agar dapat bersaing dengan produk sejenis dari luar Kulon Progo.

Kegiatan ini diisi oleh narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rendro Prasetyo. Dalam paparannya, Rendro menyampaikan bahwa SNI bisa menjadi senjata hebat pelaku IKM di pasar asing. Selain itu, SNI juga efektif untuk menekan impor produk-produk dari luar negeri. Saat ini, tanpa kita sadari, banyak barang-barang disekitar kita yang telah ber-SNI seperti, peralatan masak dari logam, biskuit,  margarin, kulkas, helm, dispenser, kompor gas, gula Kristal putih, kopi instan, rice cooker, pemanggang roti, mainan anak, air mineral kemasan, pipa pvc, dan lain sebagainya.

Memasuki era Revolusi Industry 4.0 menuntut IKM untuk selalu berinovasi dalam menghasilkan produk. Inovasi akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru. Teknologi lama yang serba fisik akan digantikan dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru yang lebih efisien dan juga lebih bermanfaat, ujarnya, mengutip Renald Kasali.